Kalanganpakar ilmu hikmah menerangkan bahwa amalan asmaul husna memiliki banyak sekali khasiat mujarab, salah satunya untuk pengasihan. Caranya, ia harus mengamalkan asmaul husna sebagai berikut: (Ya Allah, Ya Lathif) Asmaul husna ini dibaca sedikitnya 150 kali dalam satu hart satu malam. Assalamualaikum Sekedar berbagi, saya termasuk salah satu murid yang mempelajari Ilmu Khodam Asmaul Husna di bawah bimbingan Kang Masrukhan. Sebagai hikmahnya beberapa waktu lalu saya mengalami dua mimpi yang terjadi dalam dua hari berturut-turut. Kedua mimpi tersebutlah yang hendak saya ceritakan dalam kesaksian ini. Pada hari pertama saya bermimpi melihat sebuah musholla yang terbuat KOybS. Jakarta - Asmaul Husna adalah nama-nama indah dan mulia yang dimiliki Allah SWT. Nama-nama tersebut merupakan gambaran sifat Allah yang menjadi tanda Asmaul Husna turut dijelaskan dalam beberapa surat Al Quran. Salah satunya pada surat Al Isra ayat 110 sebagai berikutقُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا Artinya "Katakanlah "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna nama-nama yang terbaik dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". QS. Al Isra 110Dikutip dari buku Asmaul Husna oleh Syekh Tosun Bayrak al-Jerrahi, Allah adalah al-ism al-a'zham yakni nama teragung yang mencakup sifat Allah yang indah dan menjadi tanda esensi dan sebab bagi segala eksistensi. Tidak ada satupun yang memiliki nama ini selain mengajarkan pemeluknya untuk menyebut nama-nama Allah bersamaan dengan ibadah seperti sholat. Berdoa dengan menyebut Asmaul Husna memiliki berbagai keutamaan. Di antaranya memberikan rasa aman, menjadi dekat dengan Allah, meneguhkan iman, dan masih banyak dalam firman-Nya pada QS. Al-A'raf ayat 180 sebagai berikutوَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَArtinya "Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." QS. Al-A'raf 180Asmaul Husna beserta artinya1. الرحمن = Ar RahmanArtinya Yang Maha Pengasih2. الرحيم = Ar RahiimArtinya Yang Maha Penyayang3. الملك = Al MalikArtinya Yang Maha Merajai bisa diartikan Raja dari semua Raja4. القدوس = Al QuddusArtinya Yang Maha Suci5. السلام = As SalaamArtinya Yang Maha Memberi Kesejahteraan6. المؤمن = Al Mu'minArtinya Yang Maha Memberi Keamanan7. المهيمن = Al MuhaiminArtinya Yang Maha Mengatur8. العزيز = Al 'AziizArtinya Yang Maha Perkasa9. الجبار = Al JabbarArtinya Yang Memiliki Mutlak Kegagahan10. المتكبر = Al MutakabbirArtinya Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran11. الخالق = Al KhaliqArtinya Yang Maha Pencipta12. البارئ = Al Baari'Artinya Yang Maha Melepaskan membuat, membentuk, menyeimbangkan13. المصور = Al MushawwirArtinya Yang Maha Membentuk Rupa makhluk-Nya14. الغفار = Al GhaffaarArtinya Yang Maha Pengampun15. القهار = Al QahhaarArtinya Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu16. الوهاب = Al WahhaabArtinya Yang Maha Pemberi Karunia17. الرزاق = Ar RazzaaqArtinya Yang Maha Pemberi Rezeki18. الفتاح = Al FattaahArtinya Yang Maha Pembuka Rahmat19. العليم = Al 'AliimArtinya Yang Maha Mengetahui20. القابض = Al QaabidhArtinya Yang Maha Menyempitkan21. الباسط = Al BaasithArtinya Yang Maha Melapangkan22. الخافض = Al KhaafidhArtinya Yang Maha Merendahkan23. الرافع = Ar Raafi'Artinya Yang Maha Meninggikan24. المعز = Al Mu'izzArtinya Yang Maha Memuliakan25. المذل = Al MudzilArtinya Yang Maha Menghinakan26. السميع = Al Samii'Artinya Yang Maha Mendengar27. البصير = Al BashiirArtinya Yang Maha Melihat28. الحكم = Al HakamArtinya Yang Maha Menetapkan29. العدل = Al 'AdlArtinya Yang Maha Adil30. اللطيف = Al LathiifArtinya Yang Maha Lembut31. الخبير = Al KhabiirArtinya Yang Maha Mengenal32. الحليم = Al HaliimArtinya Yang Maha Penyantun33. العظيم = Al 'AzhiimArtinya Yang Maha Agung34. الغفور = Al GhafuurArtinya Yang Maha Memberi Pengampunan35. الشكور = As SyakuurArtinya Yang Maha Pembalas Budi menghargai36. العلى = Al 'AliyArtinya Yang Maha Tinggi37. الكبير = Al KabiirArtinya Yang Maha Besar38. الحفيظ = Al HafizhArtinya Yang Maha Memelihara39. المقيت = Al MuqiitArtinya Yang Maha Pemberi Kecukupan40. الحسيب = Al HasiibArtinya Yang Maha Membuat Perhitungan41. الجليل = Al JaliilArtinya Yang Maha Luhur42. الكريم = Al KariimArtinya Yang Maha Pemurah43. الرقيب = Ar RaqiibArtinya Yang Maha Mengawasi44. المجيب = Al MujiibArtinya Yang Maha Mengabulkan45. الواسع = Al Waasi'Artinya Yang Maha Luas46. الحكيم = Al HakimArtinya Yang Maha Bijaksana47. الودود = Al WaduudArtinya Yang Maha Mengasihi48. المجيد = Al MajiidArtinya Yang Maha Mulia49. الباعث = Al Baa'itsArtinya Yang Maha Membangkitkan50. الشهيد = As SyahiidArtinya Yang Maha Menyaksikan51. الحق = Al HaqqArtinya Yang Maha Benar52. الوكيل = Al WakiilArtinya Yang Maha Memelihara53. القوى = Al QawiyyuArtinya Yang Maha Kuat54. المتين = Al MatiinArtinya Yang Maha Kokoh55. الولى = Al WaliyyArtinya Yang Maha Melindungi56. الحميد = Al HamiidArtinya Yang Maha Terpuji57. المحصى = Al MuhshiiArtinya Yang Maha Mengalkulasi menghitung segala sesuatu58. المبدئ = Al Mubdi'Artinya Yang Maha Memulai59. المعيد = Al Mu'iidArtinya Yang Maha Mengembalikan Kehidupan60. المحيى = Al MuhyiiArtinya Yang Maha Menghidupkan61. المميت = Al MumiituArtinya Yang Maha Mematikan62. الحي = Al HayyuArtinya Yang Maha Hidup63. القيوم = Al QayyuumArtinya Yang Maha Mandiri64. الواجد = Al WaajidArtinya Yang Maha Penemu65. الماجد = Al MaajidArtinya Yang Maha Mulia66. الواحد = Al WahidArtinya Yang Maha Tunggal67. الاحد = Al AhadArtinya Yang Maha Esa68. الصمد = As ShamadArtinya Yang Maha Dibutuhkan tempat meminta69. القادر = Al QaadirArtinya Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan70. المقتدر = Al MuqtadirArtinya Yang Maha Berkuasa71. المقدم = Al MuqaddimArtinya Yang Maha Mendahulukan72. المؤخر = Al Mu'akkhirArtinya Yang Maha Mengakhirkan73. الأول = Al AwwalArtinya Yang Maha Awal74. الأخر = Al AakhirArtinya Yang Maha Akhir75. الظاهر = Az ZhaahirArtinya Yang Maha Nyata76. الباطن = Al BaathinArtinya Yang Maha Ghaib77. الوالي = Al WaaliArtinya Yang Maha Memerintah78. المتعالي = Al Muta'aaliiArtinya Yang Maha Tinggi79. البر = Al BarruArtinya Yang Maha Penderma maha pemberi kebajikan80. التواب = At TawwaabArtinya Yang Maha Penerima Taubat81. المنتقم = Al MuntaqimArtinya Yang Maha Pemberi Balasan82. العفو = Al AfuwwArtinya Yang Maha Pemaaf83. الرؤوف = Ar Ra'uufArtinya Yang Maha Pengasuh84. مالك الملك = Malikul MulkArtinya Yang Maha Penguasa Kerajaan semesta85. ذو الجلال و الإكرام = Dzul Jalaali WalIkraamArtinya Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan86. المقسط = Al MuqsithArtinya Yang Maha Pemberi Keadilan87. الجامع = Al Jamii'Artinya Yang Maha Mengumpulkan88. الغنى = Al GhaniyyArtinya Yang Maha Kaya89. المغنى = Al MughniiArtinya Yang Maha Pemberi Kekayaan90. المانع = Al MaaniArtinya Yang Maha Mencegah91. الضار = Ad DhaarArtinya Yang Maha Penimpa Kemudharatan92. النافع = An Nafii'Artinya Yang Maha Memberi Manfaat93. النور = An NuurArtinya Yang Maha Bercahaya menerangi, memberi cahaya94. الهادئ = Al HaadiiArtinya Yang Maha Pemberi Petunjuk95. البديع = Al Badii'Artinya Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya96. الباقي = Al BaaqiiArtinya Yang Maha Kekal97. الوارث = Al WaaritsArtinya Yang Maha Pewaris98. الرشيد = Ar RasyiidArtinya Yang Maha Pandai99. الصبور = As ShabuurArtinya Yang Maha SabarDalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari disebutkan bahwa menghafalkan 99 Asmaul Husna akan mendapatkan balasan surga."Sesungguhnya Allah mempunyai Sembilan puluh Sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghapalkannya, maka ia akan masuk surga." HR. Bukhari erd/erd Ada pula seorang Syeikh yang tidak begitu alim. Beliau selalu mengamalkan 3 ayat terakhir dari QS Al Hasyr. Para raja dunia mendatanginya untuk meminta doa darinya dan berkah melaluinya. Maka Syeikh itulah yang raja sebenarnya, yaitu raja yang menguasai Qolbu manusia. Imam Al Qusyairi berkata “Siapa yang mengenal Nama Allah di dunia, maka Allah akan mengangkat namanya di dunia dan akhirat, Allah akan muliakan namanya di dunia dan di kalau ada orang yang berkata, apalah artinya nama, itu keliru. Karena nama dan maknanya adalah sangat penting bagi kita bertanya, mengapa saya sudah belajar Asma Allah, tetapi hati saya tidak tenang. Jawabnya adalah sebab kita belum menghayati Asma Allah itu. Kita banyak belajar Asma Allah itu, tetapi kita tidak berusaha menghayatinya satu persatu. Cobalah kita duduk di sajadah dan berdzikir satu Nama Allah yang telah kita pelajari itu. Jangan kita belajar banyak tetapi tidak mendalami makna dan tidak berdzikir dengan NamaNya. Berdzikir dengan ditalqin dibimbing membaca Dalam Quran surat Al Alaq 1, yaitu surat yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi shallallahu alaihi wassalam Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan, Sebagian orang memahami ayat ini sebagai perintah membaca ilmu pengetahuan dengan Nama Robbmu yang menciptakan. Padahal makna bi dalam Bismi Robbika adalah penekanan perintah apa yang dibaca dalam ayat ini. Yaitu “Nama Robbmu”. yaitu membaca dengan sebenar-benar membaca dan memahami “Nama Allah”. Jadi bukan membaca alam ini, seperti yang difahami ilmuwan yang mentafsirkan ayat itu. Tetapi tidak salah ditafsirkan seperti ini. Namun kalau kita perhatikan dengan seksama, ayat itu tidak menyebutkan ilmu pengetahuan sama sekali, melainkan bacalah “Nama Robbmu” dengan sebenar benar baca. Siapakah Nama Tuhan kita Yang Menciptakan kita, itulah ketika di dalam gua Hira itu, Rasulullah shallallahu alaih wassalam, senantiasa membaca “Allah, Allah, Allah ..” dengan bacaan yang menghujam kedalam hatinya, membaca dengan sebenar-benar Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mendengar arahan Malaikat Jibril “Iqro” bacalah, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam menjawab “Maa ana bi qori” yang dapat diartikan dengan 2 makna yaitu1. Saya tidak dapat membaca2. Apa yang mesti saya bacaMaksudnya Rasulullah shallallahu alaihi wassalam tidak dapat membaca kecuali jika ditalqin dibimbing dalam membaca oleh Malaikat dari kisah ini adalah, agar Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam dapat membaca dan menyebut “Allah” dengan ditalqin. Jadi kalau manusia setingkat Nabi saja perlu ditalqin dibimbing untuk membaca dan berdzikir, maka apalagi kita yang orang biasa, lebih pantas dan perlu lagi untuk ditalqin dibimbing membaca dalam berdzikir kepada Allah agar kita dapat benar-benar membaca dengan sebenar-benar membaca, yaitu menghayati Asma Allah. Dalam suatu Hadits, Nabi bersabda “Talqinkan orang yang meninggal diantara kamu dengan Laa ilaaha Illallahu.” Kemudian Shahabat bertanya “Bagaimana dengan orang yang masih hidup?” Rasulullah shallallahu alaihi wassalam menjawab “Lebih-lebih lagi untuk yang masih hidup perlu ditalqin dengan Laa ilaaha illallahu“.Jadi manusia seperti kita ini lebih utama untuk ditalqinkan dalam berdzikir. Jika kita punya kesempatan bertemu dengan seorang guru yang mempunyai sanad talqin dzikir, maka mintalah untuk ditalqin, agar kita mendapatkan sanad talqin dzikir yang bersambung kepada Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Siapa yang ingin dimuliakan Allah, muliakanlah Allah dalam hatimu Jadi perintah pertama untuk Nabi adalah membaca Nama Allah. Baru datang perintah lain. Sampai pada surat Al Muzzammil 8, Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mendapat perintah yang lebib spesifik yaitu berdzikir Nama Allah. Sedang dalam Surat Al A’raf 205 Dan sebutlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Dalam ayat ini Rasulullahu shallallahu alaihi wassalam diperintahkan untuk berdzikir dengan langsung menyebut Dzat Allah bukan dengan NamaNya lagi. Begitulah kedudukan mulia Nabi shallallahu alaihi wassalam. Kita tidak akan dapat mencapai kedudukan ini. Demikianlah pentingnya Nama Allah dan demikian juga sebuah nama kita dalam agama Islam, nama yang kita dapat dari orang tua kita, atau nama yang kita berikan kepada anak kita. Bahkan dalam suatu agama lain, orang akan mendapat nama ketika dibaptis. Allah pun memberi nama kepada ruh kita sebagaimana Allah firmankan di dalam Al Quran seperti dalam Surat Al Ahzab 35 Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Inilah nama-nama yang Allah berikan kepada hambaNya sesuai dengan sifat-sifat yang disebut dalam nama nama itu. Hakikatnya itulah nama dari ruh dari hamba Allah itu. Jadi Nama adalah penting sebagai identitas. Nama mempunyai 2 fungsi1. Untuk memuliakan yang memiliki Untuk pembeda identitasOleh sebab itu Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mengganti nama-nama Shahabat Nabi yang tidak baik artinya dengan nama yang baik dan Kitab Dalailul Khairat, Kitab yang berisi kumpulan Shalawat Nabi, disebutkan ada lebih dari 200 Nama Nabi, yang semuanya memuliakan Nabi. Mengapa Nabi begitu dimuliakan oleh Allah? Jawabnya adalah karena Nabi sangat memuliakan Asma Allah dalam Al Qusyairi dam Kitab Al Qusyairiyah ada menulis, jika ada yang bertanya apakah aku mulia di sisi Allah? Maka jawabnya adalah “Apakah Allah dimuliakan di dalam hatimu? Jika engkau memuliakan Allah dalam hatimu, maka Allah aka memuliakanmu. Diceritakan ada seseorang Imam bernama Imam Wasithi sedang berjalan melihat sebuah kertas bertuliskan Allah. Kemudian beliau memungutnya, dan membersihkannya. Malamnya ketika tertidur, beliau bermimpi mendapatkan kabar bahwa Allah telah meredhoinya karena perbuatannya menghormati Nama Allah yang ditulis di kertas. Jadi walaupun benda itu hanya kertas yang ditulis dengan tinta, namun jika dituliskan Nama Allah kita tidak boleh sembarangan memperlakukannya, sebagai memuliakan Nama Allah. Oleh sebab itu jika kita hendak membuang kertas yang bertuliskan nama Allah atau Al Quran, sebaiknya kita menghapus atau menghilangkan tulisan itu dengan merobek atau dibakar sebelum membuangnya, agar tulisan itu tidak terinjak atau jatuh ketempat yang tidak ْجَامِعُ الْغَنِىُّ الْمُغْنِى الْمَانِعُ الضَّارُّ النَّافِعُ النُّورُ الْهَادِى الْبَدِيعُ الْبَاقِى الْوَارِثُ الرَّشِيدُ الصَّبُورُ » “Sesungguhnya hanya milik Allah 99 nama yang husna, pent.. Barangsiapa yang ihsho terhadap nama tersebut maka pasti akan masuk surga. “Huwa, Dia” adalah Allah yang tiada ilah yang benar disembah kecuali “Huwa Dia”. Al Malik, Al Quddus, As Salam, Al Mu’min, Al Muhaimin, Al Aziz, Al Jabbar, Al Mutakabbir, Al Kholiq, Al Baari’, Al Mushowwiru, Al Ghoffar, Al Qohhaar, Al Wahaab, Ar Rozzaaq, Al Fattaah, Al Alim, Al Qoobidh, Al Baasith, Al Khoofidh, Ar Roofi’, Al Mu’izzu, Al Mudzillu, As Samii’, Al Bashiir, Al Hakam, Al Adlu, Al Lathiif, Al Khobiir, Al Haliim, Al Adzim, Al Ghofuur, Asy Syakuur, Al Aliyu, Al Kabiir, Al Hafidz, Al Muqiit, Al Hasiib, Al Jaliil, Al Kariim, Ar Roqiib, Al Mujiib, Al Wasi’, Al Hakiim, Al Waduud, Al Majiid, Al Baa’its, Asy Syahiid, Al Haqq, Al Wakiil, Al Qowiyy, Al Matiin, Al Waliy, Al Hamiid, Al Muhshi, Al Mubdi’u, Al Mu’iid, Al Muhyi, Al Mumiit, Al Hayyu, Al Qoyyum, Al Waajid, Al Maajid, Al Waahid, Ash Shomad, Al Qoodir, Al Muqtadir, Al Muqoddim, Al Muakhir, Al Awwal, Al Akhir, Adh Dhoohir, Al Baathin, Al Waaliy, Al Muta’aliy, Al Birr, At Tawwaab, Al Muntaqimu, Al Afuwwu, Ar Ro’uuf, Maalik, Al Mulk, Dzul Dzalali wal Ikrom, Al Muqsith, Al Jaami’, Al Ghoniy, Al Maani’u, Adh Dhorru, An Naafi’, An Nuur, Al Haadi, Al Badii’u, Al Baqii, Al Warits, Ar Rosyiid, Ash Shobru”. [HR. Tirmidzi no. 3849, Abu Isa At Tirmidzi t mengatakan bahwa hadits ini Ghorib, berkata Syaikh Al Albani t dalam Shohih wa Dhoif Sunan At Tirmidzi “Dhoif jika dengan menceritakan asma’ Allah”].[ Dia هُوَ Dalam Hadits di atas, Nama Allah dimulai dengan Huwa Dia. Huwa adalah kata ganti yang sebenarnya juga Nama Allah. Kita akan membahas memulai dari Nama “Huwa Dia” ini, sebelum Nama Allah dan Nama yang lain. Jadi apa makna “Huwa Dia”?Panggilan Huwa Dia bagi Allah adalah satu pemuliaan, satu panggilan yang memuliakan. Sehingga ada dzikir atau wirid dengan menyebut هُوَ هُ , Huwa. Dalam Al Qur’an kalimat “Laa ilaaha illa Huwa” لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ jauh lebih banyak lebih dari 20x daripada kalimat “Laa ilaaha illallah” لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ hanya 2x atau 3x.Perumpamaan kata “dia” dalam bahasa Indonesia untuk orang yang dimuliakan sering disebut “beliau”. Allah اللَّهُ Nama Allah adalah nama yang paling sempurna secara susunan huruf bagaimana Nama Allah itu ditulis. Berikut ini tulisan Allah jika huruf dikurangi satu per satu, menjadi اللَّهُ , للَّهُ , لَهُ , هُ Yang artinya Dia, untukNya, milikNya, Allah Jadi setelah dikurangi satu per satu huriuf dan tinggal satu huruf pun, masih ada makna. Begitulah Nama Allah yang paling agung diantara nama yang Agung. Maka jika kita berdoa dengan menyebut nama Allah yang Agung ini sudah pasti akan kita telah mendapat talqin atau ijazah untuk berdzikir Asma Allah dari seorang guru yang bersambung sanad hingga Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, kemudian kita mengamalkan dzikir itu, maka kita akan mendapat getaran dalam hati kita, seperti listrik yang mendapat supply dari gardu listrik. Sanad itu seperti gardu listrik yang menyambungkan kita kepada Rasulullah. Maka jika dalam berdzikir kita tidak mendapat getaran, jangan salahkan guru kita yang mengajarkan talqin, karena mungkin saja diri kita yang bermasalah, agar kita bertaubat dan dapat memperbaiki diri. Begitulah yang dimaksud pada QS Al Anfal ayat 2 Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal Jiwa yang bergetar ketike disebut nama Allah, berbeda dengan ketika mendengar Allahu Akbar dalam Adzan. Ketika kita mendengar Adzan hati kita akan terpanggil untuk malakukan sholat. Tanya Jawab Tanya Apakah dzikir Allah menjadi wasilah kita untuk dapat sholat dengan khusyuJawab Ya, sebenarnya bisa kita mempersiapkan dengan melakukan dzkir agar dapat melakukan khusyu dalam sholat. Khusyu itu ada beberapa peringkat. 1. Khusyu menyebut Nama Allah2. Khusyu mengingat Yang punya Nama3. Khusyu mengingat Sifat Yang punya Nama, ini sudah khusyu yang tinggi, dan ini masih bisa diikhtiyarkan dengan bimbingan Khusyu al ihsan, yaitu seperti berdialog langsung dengan Allah. Khusyu tingkat ini, tidak dapat diikhtiyarkan melainkan karena pemberian tidak khusyu itu penyebab sebenarnya adalah adanya fikirannya yang masuk ke dalam diri atau hati kita. Fikiran itulah yang membawa nama-nama yang duniawi, yang melalaikan kita dari Allah yang masuk ke dalam hati kita. Maka dengan melakukan dzikir kepada Allah, fikiran dan nama-nama duniawi yang masuk akan dipangkas dan dibuang dari hati kita, sehingga yang masuk ke dalam hati kita, hanya Allah saja yang diingat dan disebut. Jadi sebelum sholat boleh kita berdzikir, sebaiknya dilakukan antara sholat sunnat dan sholat fardhu. Sebelum berdzikir dianjurkan kita menghadiahkan bacaan Al-Fatihah untuk Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, keluarganya, shahabatnya serta guru-guru kita. Jika dzikir kita ini didapat dengan ditalqin oleh guru ahli dzikir, maka kita akan dibimbing untuk melakukannya, dan lebih mudah untuk mencapainya Tanya Tadi disebut bahwa kita ada “nama lahiriah” yang didapat dari “orang tua lahiriah” kita. Sedang Allah juga memberikan nama untuk kita. Apakah ada “orang tua ruh” kita yang memberi “nama ruh” kepada kita?Jawab Orang tua ruh kita semua adalah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Beliau adaalah Abul Arwah ayah dari ruh-ruh. Jadi nama ruh kita semua ada pada beliau shallallahu alaihi wassalam. Beliau sudah berada di alam yang berbeda dengan alam kita hidup sekarang, sehingga kita tidak dapat bertemu. Namun di akhir zaman ini sesuai sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam akan datang seorang pemimpin yang akan memenuhi dunia ini dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dunia dipenuhi dengan kezaliman, beliau adalah Imam Mahdi, dan keturunan dari Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Beliaulah ulama pewaris Nabi shallallahu alaihi wassalam. Nama ruh kita ada pada beliau. Semoga kita dapat bertemu dengan kita tidak bertemu beliau, mudah-mudahan kita bertemu dengan muridnya yang memberikan nama ruh itu kepada kita. Nama ruh Nabi Muhammad ketika di zaman Azali, adalah Ahmad. Ini disebut dalam QS Ash-Shaf 6 Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad Muhammad”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata “Ini adalah sihir yang nyata”. Kita sebenarnya punya 3 nama, yaitu nama di dunia, nama di alam barzakh dan nama diakhirat. Jadi nanti di surga, penduduk surga akan mencari Rasulullah shallallahu alaihi wassalam yang menjadi wasilah kita semua, seperti yang kita sebut dalam doa setelah mendengar adzan. Kalau kita tidak bertemu Rasulullah shallalhu alaihi wasalam, kita akan mencari guru kita yang mengajarkan kita tentang Rasulullahu shallallahu alaihi wassalam. Kalau guru kita itu mendapat izin dari Rasulullah akan menyampaikankan nama itu kepada kita, atau kita akan diantar untuk bertemu dengan ini sudah lama. Ulama ulama yang soleh dahulu melakukan ibadah bermujahadah untuk mendapatkan nama ruh ini. Tanya Apa makna dzikir “Yaa Allah”? Jawab Makna “Yaa” adalah kita memanggil Allah. Jadi ada dzikir yang selain mengingat juga memanggil Allah. Ada yang menyebut hanya sekali di awal saja, Ya Allah, Allah, Allah…..Makna Allah adalah makna yang paling lengkap dari Asma Allah. Karena dalam Nama “Allah” itu mencakup seluruh Sifat-Sifat Sempurna dari Allah. Sebelum kita melakukan dzikir manapun, Tariqat manapun, Tasawwuf manapun kita mesti faham dan yakin. Kalau kita belum faham, sebaiknya kita pelajari dahulu dan tentu dari guru yang ahli tentang dzikir itu, sehingga kita yakin bahwa dzikir yang kita amalkan ini benar bersambung kepada Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, sehingga kita mantap dan tenang mengamalkannya Tanya Apa syarat yang kita lakukan sebelum berdzikir?Jawab Syarat sebelum kita berdzikir. 1. Pertama adalah Taubat, seperti jika kita hendak berdzikir untuk mengisi hati kita, maka kita perlu membersihkan dahulu wadah kita yaitu badan lahiriah dan hati bathin kita, sebelum kita mengisi wadah kita itu. Yaitu dengan membersihkan lahiriah badan, pakaian dan tempat. Membersihkan badan, tangan, kaki, mata, telinga, lisam kita dari dosa-dosa dari anggota badan kita itu. Juga berusaha membersihkan hati kit dari sifat buruk, terutamanya sifat sombong, sok pintar dan sifat lalai. yang menyebabkan penyakit hati lainnya. Kita baca istighfar atas dosa-dosa kita itu. 2. Bersyukur kepada Allah, kepada Nabi dan kepada guru-guru kita yang berjasa, 3. Mengirim bacaan Al-Fatihah untuk Nabi dan guru-guru kita yang berjasa. Kemudian baca Sholawat, membaca Surat Al mulai berdzikir dengan membaca Allah Anta Maqshudi Allah, Engkau yang aku maksudkan, membaca kita berdzikir tetapi tidak merasa lezat, itu disebabkan wadahnya yaitu hati dan badan kita tidak dibersihkan terlebih dahulu, sehingga kita tidak merasa nyaman, sebagai mana pring yang kotor berisi makanan yang lezat, tentu kita akan jijik dan tidak berminat untuk memakannya. Tanya Saya mendapatkan dzikir seperti yang Ustad ajarkan tadi dari ibu ketika saya masih kecil. Apakah dzikir saya itu termasuk bersanad?Jawab Iya betul. Itu artinya sanad berdzikir yang didapat adalah dari Ibu . maka ketika akan berdzikir kita hadiahkan bacaan untuk Rasulullah dan kepada Ibu, kemudian lakukan dzikir itu. Nanti jika bertemu guru yang lebih ahli boleh meminta talqin dzikir untuk menyempurnakan dzikir itu. Agar ada peningkatan dan monitoringnya. Tanya Allah mempunyai banyak Asma. Apakah jika kita sedang berdoa untuk keperluan tertentu, kita menyebut Asma Allah yang berkaitan dengan keperluan kita itu? Misalnya ketika kita minta rezeki, kita memanggil Allah dengan Ya Rozaq. Ketika kita memohon ampun kita menyebut Ya Ghofar, dan Ya memang benar, kita dianjurkan kita memanggil Nama Allah yang sesuai dengan permintaan kita. Misalnya ketika sakit, kita panggil Allah dengan Ya Syafi Yang Maha menyembuhkan. Walaupun Syafi bukanlah termasuk dalam 99 Asmaul Husna, tetapi ada dalam Hadits Bukhari dan Muslim. اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman” “Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.” HR. Bukhari Tapi kita mesti perhatikan adab kepada Allah, bahwa berdoa bukanlah memberitahu Allah tentang keadaan kita atau memberitahu apa yang kita perlukan. Berdoa adalah kita berkeluh kesah mengadu kepada Allah sebagai hamba, bermanja-manja seorang hamba kepada Tuhannya. Jadi jauhi dari rasa ingin memberitahu apalagi ingin memaksa Allah. Tanya Saya dahulu pernah mendapat talqin dzikir dari seorang guru, dan katanya berdzikir itu ada ada bertingkat dan bertahap sehingga nanti hati kita akan bergetar, sehingga detak jantung kita akan selalu mengucap lafaz Allah Yang Maha Sempurna, apakah ini dapat dicapai oleh seorang salik dan bagamana caranya? Jawab Iya benar, ini ada dalam Kitab Imam Ghazali Kimiyatu Sa’adah yang sduah diterjemahkan ke berbagai bahasa. bhs Indonesia Kimia Kebahagiaan. Silakan baca, ini adalah Kitab yang wajib kita baca jika kita mengaku Ahlussunnah wal Jamaah. Imam Ghazali adalah salah satu Imam Tasawwufnya. Memang dzikir itu bertahap dan bertingkat, dan itu bukan hanya untuk para Rasul dan Nabi saja. Tetapi semua manusia dan jin yang mempunyai ruh juga dapat mencapai tingkatan tertentu. Itu sebabnya kita mesti berguru. Tariqat itu sebenarnya seperti sekolah untuk berdzikir, dimana ada guru, ada latihan, ada ujian dan naik kelas. Jadi kalau kita ingin berdzikir dengan benar dan naik tingkat tidak mungkin kita capai tanpa kalau sudah punya guru jangan kita tinggalkan. Kalau guru kita sudah wafat, kita perlu cari guru lagi, atau kalau kita bertemu guru lain yang lebih ahli dari kita, kita dapat berguru dengannya tanpa merendahkan guru kita yang lama. Memang sebaiknya kita belajar dan berguru terus sampai akhir hayat kita. Tanya Ketika seseorang berdzikir ada yang hatinya bergetar sehingga badannya kejang-kejang histeris. Bagaimana ini Ustad Jawab Ibnu Taimiyah ada menulis dalam Kitabnya tentang hal ini. Ini memang bisa terjadi, tergantung keadaan hati orang itu. Ada yang orang yang hatinya keras, ketika mendapatkan rasa bergetar, berbeda dengan orang yang hatinya lembut. Untuk kita dapat faham, kita dapat lihat para penonton suatu konsert, kita pernah lihat bagaimana penonton itu teriak-teriak histeris tidak terkendali. Sedang itu hanyalah makhluk yang begitu dicintai oleh penggemarnya. Bagaimana jika yang dicintai dan dikagumi itu adalah Allah, Yang Maha Pencipta, tentu lebih hebat lagi getaran hati orang yang mencintainya. Di zaman Sahabat radhiallahu anhu, ada Shahabat yang pingsan bahkan meninggal dunia, karena hatinya bergetar karena disebut nama Allah. Orang yang sudah dapat mengendalikan rasa bergetar ini dapat menjadi guru. Tanya Pertanyaan fikih, tadi disebutkan bahwa kita boleh mengqodho sholat witir. Bagaimanakah caranya?Jawab Caranya sama dengan sholat witir biasa, jumlah rakaatnya ganjil. Hanya sebaiknya tidak dilakukan di Mesjid, khawatir menimbulkan fitnah bagi orang yang tidak faham. Jadi lakukan saja di rumah Kamis Pahing, 15 Juni 2023 26 DzulQa'dah 1444 Hijriyah Ilmu kebal ini adalah berasal dari kalimat asmaul husna yang sudah tidak diragukan lagi khasiatnya. Atas ijin Allah, orang yang mengamalkannya akan kebal dari berbagai senjata tajam. 1. Puasa 7 hari seperti biasa namun buka dan sahur tidak boleh memakan makanan yg asalnya bernyawa seperti daging, susu, terasi dll. 2. Selama ritual, malam harinya sholat hajat 2 rokaat kemudian dilanjutkan membaca "Ya Qowiyyu Ya Matin" 1000x 3. Selesai ritual, tetap harus dibaca 100x sehabis sholat 5 waktu. 4. Jika ingin dicobakan. Coba bacok bagian tubuh yg tidak terlalu berbahaya namun harus penuh keyakinan. Namun sebaiknya ilmu kebal dari aliran putih tidak dicoba-coba karena diyakini tuahnya akan makin berkurang jika sering di uji coba. Ilmu kebal ini akan insya allah akan berfungsi 100% manakala kita menghadapi juga Ilmu Instan Mengobati LukaMenyingkirkan Jin Fasik yang mengganggu rumahKedahsyatan Hizib Al JaelaniAgar Uang Menjadi BarokahMenyembuhkan Korban Pelet Jaran Goyang