CaraMembuat Pengapian Motor DRAG. November 19, 2014. Pengapian total loss mungkin sudah tidak asing ditelingga anda. Totall loss adalah sistem pengapian tanpa magnet. Di Indonesia, pengapian jenis ini pertama kali dikenalkan oleh mekanik balap Purwokerto bernama Bobeng atau Sugiono tahun 2000an. Awalnya dianggap nyleneh dan sedikit yang Zamansekarang, sudah enak bikin pengapian total loss. Sebab rata-rata CDI motor sekarang sudah menggunakan sistem DC. Tinggal pilih yang mana dan menyesuaikan panjal tonjolan atau pick pulsernya. Bahkan banyak tersedia berbagai merek yang bisa diprogram. Sehingga lebih enak untuk berkreasi sesuai dengan setingan mesin. Inilahcara bikin pengapian total loss jupiter z dan ulasan lain yang masih berkaitan dengan topik cara bikin pengapian total loss jupiter z untuk Anda. Anda yang mencari tahu tentang cara bikin pengapian total loss jupiter z bisa membaca artikel berikut ini dengan seksama. videotentang cara membuat pengapian motor menjadi pengapian racing ,,,tonton juga video episode 2 nya ya geng..Untuk video lainnya silahkan kunjungi hala RangkaianKabel Pengapian Total Loss Mio. Pada sistem pengapian, ada satu komponen yang cukup vital yakni ignition coil. Pada sistem pengapian, ada satu komponen yang cukup vital yakni ignition coil. Semoga bermanfaat. pengapian yang baik dan agar kita bisa mendapatkan performa terbaik dari motor kita. CaraMembuat Pengapian Total Loss Mio, Jupiter MX 135 dan New Mio ukuran pick up pulser sama. Yaitu 57, 55 mm. Ukuran berbeda khusus untuk Yamaha Xeon, yaitu 47,8 mm. Untuk pabrikan Suzuki memiliki ukuran panjang pick up pulser beda-beda. Contoh pada motor Shogun 125 ukuran panjangnya 30 mm. dan Satria F-150 yaitu 39 mm. BikinPengapian, Total Los. Pengapian tanpa magnet atau biasa dibilang total loss. Di Indonesia, pertama muncul di awal tahun 2000-an. Waktu itu dikenalkan oleh Bobeng alias Sugiono dari Purwokerto. Ketika itu dianggap aneh. Karena motor yang menggunakan CDI umumnya masih sistem AC. Arus listrik buat CDI di suplai dari sepul yang masih AC UtakAtik Pengapian, Bikin Total Los. Pengapian tanpa magnet atau biasa dibilang total loss. Di Indonesia, pertama muncul di awal tahun 2000-an. Waktu itu dikenalkan oleh Bobeng alias Sugiono dari Purwokerto. Ketika itu dianggap aneh. CaraBikin Pengapian Total Loss Mio / Jual Total Loss Booster Cdi Atau Cdi Stabilizer Di Lapak Dadu Matics Zr Bukalapak - Sebagai otak pengapian dipakai cdi rextor monster. Baca juga cara membuat alarm motor sendiri, m Diberdayakan oleh Blogger Januari 2022 (1) Desember 2021 (4) DiagramCdi Mio Sistem Pengapian Sepeda Motor sudarsono84enjoy blogspot com. MEMBACA SOKET CDI. Wiring Diagram Yamaha Mio cathology info. Test CDI BRT jupi mio vega r by didit tranduser. buanamotor CARA MENCARI KERUSAKAN SISTIM PENGAPIAN SEPEDA. Cdi Wiring Diagram britishpanto. KIPROK MOTOR MIO J INJEKSI DAN MIO LAMA LAMPU LED CREE. gjxWRu. Bikin Pengapian, Total LosS Berat lempengan pengganti bisa diatur Pengapian tanpa magnet atau biasa dibilang total loss. Di Indonesia, pertama muncul di awal tahun 2000-an. Waktu itu dikenalkan oleh Bobeng alias Sugiono dari Purwokerto. Ketika itu dianggap aneh. Karena motor yang menggunakan CDI umumnya masih sistem AC. Arus listrik buat CDI di suplai dari sepul yang masih AC walaupun dilewatkan kiprok terlebih dahulu. Namun selanjutnya pangapian sistem CDI muncul di Suzuki Shogun 125, menggunakan arus DC. Sehingga arusnya bisa disuplai dari aki. “Meski sepul mati, mesin tetap hidup asalkan setrum aki masih cukup untuk CDI,” tegas Bobeng yang masih rajin melakukan berbagai riset. Dari situ sebenarnya imbas magnet bisa tidak dipakai. “Apalagi kalau sudah menggunakan magnet bikin berat kerja mesin. Biar putaran enteng, bisa lepas magnet,” ujar Bobeng. Lepas magnet sama saja disebut total loss. Namun untuk tahap satu, total loss bisa dilakukan hanya dengan melepas sepul dahulu. Di motor sekarang, itu bisa dilakukan di Yamaha Mio atau Jupiter. Dilepasnya sepul magnet, bisa bikin putaran mesin ringan. “Karena tidak ada gaya tarik antara magnet dengan besi angker di gulungan sepul,” jelas pria kurus berkacamata ini lagi. Namun masih banyak yang merasa kurang puas jika hanya melepas sepul. Akhirnya juga lepas lempengan besi berani di mangkuk magnet. Caranya cukup dicungkil dengan pahat baja dan palu. Lempengan magnet standar dilepas. Cara mudah total los Teknik ini juga disebut dengan total loss walau masih menggunakan mangkuk standar. Dan jika dirasa masih kurang ringan, selanjutnya tinggal bubut lagi mangkuk magnetnya. Tetapi, masih banyak yang sayang mengorbankan magnet standar. Karena harganya cukup mahal. “Untuk itu, bisa diganti dengan lempengan besi yang lebih tipis dan ringan,” lanjut Bobeng yang sekarang sudah di atas 50 tahun . Besar lempengan pengganti magnet, paling gampang punya diameter seperti magnet asalnya. Sehingga CDI DC yang dipakai bisa pakai yang sesuai aslinya. Juga diikuti membuat tonjolan di lempengan besi itu untuk pick sensor. Atau biasa disebut sensor pulser. Tinggi tonjolan 1,2 sampai 2 mm. Panjang tonjolan ini ukurannya mengikuti yang standar. Atau tergantung CDI yang mau dipakai. Misalkan Honda Karisma atau Supra X 125 punya panjang pick up pulser 38 mm. Untuk motor Yamaha seperti Vega R, F1Z-R, Jupiter, Nouvo, Mio, Jupiter MX 135 dan New Mio ukuran pick up pulser sama. Yaitu 57, 55 mm. Yang beda hanya Yamaha Xeon, hanya 47,8 mm. Sedangkan Suzuki punya panjang pick up pulser beda-beda. Seperti Shogun 125 ukurannya 30 mm. Sedangkan Satria F-150 yaitu 39 mm. Penting dan perlu diperhatikan, posisi pick up pulser harus sama ketika dipasang. Tentu agar derajat atau timing pengapian sama ketika menggunakan magnet standar dan bandul buatan. Urusan pemasangan lempengan pengganti magnet kebanyakan mekanik memanfaatkan dudukan aslinya. Caranya, ya harus lepas paku kelingnya dulu. Kemudian dudukan magnet yang ada alur buat spi magnet itu disatukan dengan lempengan besi buatan. Diikat menggunakan paku keling lagi. Jangan lupa dibalance kembali biar tidak getar. Jarak pulser ke tonjolan 0,7 mm CDI DC Zaman sekarang, sudah enak bikin pengapian total loss. Sebab rata-rata CDI motor sekarang sudah menggunakan sistem DC. Tinggal pilih yang mana dan menyesuaikan panjal tonjolan atau pick pulsernya. Bahkan banyak tersedia berbagai merek yang bisa diprogram. Sehingga lebih enak untuk berkreasi sesuai dengan setingan mesin. Namun yang perlu diwaspadai menggunakan total loss bisa mengurangi torsi. Di putaran atas bisa hilang torsinya. Kalau didukung joki yang kelewat berat, torsinya jadi tidak terasa. Makanya lempengan besi pengganti magnet juga tidak bisa dibikin seringan mungkin. Paling penting lagi, kudu pas meletakkan posisi pulser. Tolerasni jarak dari tonjolan pick up sensor yaitu 0,7 mm. Jangan kelewat jauh atau terlalu dekat. Malah jadi kurang akurat.